Beranda Opini Membangun Desa, Membangun Labuhanbatu

Membangun Desa, Membangun Labuhanbatu

141
0

Desa adalah hal yang sangat menarik, karena desa merupakan harapan kemajuan sebuah daerah dan bangsa, namun paradigma yang selama ini terjadi banyak orang menganggap desa dan masyarakatnya masih tertinggal, paradigma itu seolah-olah yang selama ini terbangun dipemahaman orang banyak. Paradigma itu mengamini jika seolah-olah untuk sukses haruslah ke kota besar, paradigma itu harus segera ditinggalkan. Oleh karena itu, membangun sebuah desa adalah harga mati yang harus segera direalisasikan.

Dimasa sekarang ini gerakan pemberdayaan masyarakat dan desa semakin banyak. Gerakan-gerakan tersebut kebanyakan dimotori oleh kaum pemuda. Kini terlihat sudah kesadaran pemuda akan pentingnya memberdayakan desa yang kita ketahui sesungguhnya memiliki banyak potensi dan kekayaan alam. Tentunya gerakan-gerakan pemuda ini adalah hal yang menggembirakan bagi kita semua.

Bentuk gerakan yang berorentasi dari desa untuk desa bermacam-macam bisa untuk kita lakukan. Ada yang fokus di bidang pertanian, pendidikan dan inovasi desa. Gerakan-gerakan ini berupaya memberikan pendidikan (Education) kepada masyarakat desa yang tidak mampu melanjutkan sekolah dan memberi bekal pengetahuan (knowledge) dan keterampilan tambahan.

Disisi lain ada gerakan yang lebih fokus kepada pendampingan petani-petani di desa. Gerakan macam ke dua ini, mengorganisir petani-petani desa, bahu-membahu mencapai kesejahteraan bersama. Selain dua contoh di atas, masih banyak lagi macam gerakan-gerakan pemberdayaan di desa yang dimotori oleh para pemuda, seperti gerakan pemuda anti narkoba yang mana memberikan pemahaman terhadap pemuda agar bisa bergaul tanpa narkoba dan menjadikan pemuda yang berakhlak tanpa narkoba. Atau seperti gerakan yang mencoba menggali potensi desa, atau membuat desa pariwisata.

Sebagai orang desa, paradigma kita yang harus diubah. Membangun desa itu bukan dari kota, tapi kebalikannya “Membangun kota dari Desa”.

Desa adalah harapan kemajuan sebuah bangsa, desa sebagai bagian terpenting di Indonesia salah satunya dalam hubungan hukum sosial, budaya, ekonomi dan politik, tetapi masih banyak desa yang bisa dikatakan tingkat kesejahteraanya sangat rendah. Semua elemen desa beserta masyarakat harus bersama-sama mewujudkan pembangunan desa yang arif dan bijaksana. Potensi desa yang tepat untuk menjadi penggerak desa adalah kaum pemuda.

Peran pemuda dalam setiap episode sejarah kehidupan suatu bangsa telah terbukti nyata. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas peran pemuda dalam proses perubahan suatu bangsa. Bukan hanya sejarah bangsa modern namun bangsa-bangsa atau kaum terdahulu pun tidak terlepas dari kontribusi pemuda di dalamnya. Berbicara tentang perubahan tentunya tidak terlepas dari sebuah kerja proses, bisa saja perubahan itu dari arah kiri ke kanan, dari bawah ke atas dan dari mundur menjadi maju, atau bahkan sebaliknya maju menjadi mundur.

Desa sudah menyediakan ladang kreativitas luar biasa, kadang kita anak muda ingin yang “instan”. Sehingga kita terhipnotis oleh angan-angan kebahagiaan semu. Padahal daya tarik dari kota sebenarnya adalah “Penindasan”, kita adalah orang-orang tertindas, dan kita tidak sadar mengamini ketertindasan kita dengan nilai-nilai semangat juang, nilai-nilai patuh, takut, malu, menerima, membuat kita hanya sebagai robot dari para kaum-kaum penindas.

Saat ini pemuda kebanyakan tenggelam dalam situasi yang menindas, represif, dan tidak mampu lagi menyadari keberadaan dirinya. Mereka larut dalam iklim penindasan yang masif dan tidak mempunyai partisipasi aktif dalam tiap-tiap masalah yang muncul di tengah masyarakat desa.

Padahal, salah satu yang membuat para pemuda desa merantau, penyebabnya adalah bukan karena jalan desa rusak dan pasarnya jelek atau bangunan tamannya tidak bisa untuk selfi, melainkan minimnya pengetahuan mereka mengenai dunia kerja, mengenai dunia kewirausahaan dan minimnya bimbingan dan pendampingan usaha dari desa, karena desa tidak memfasilitasi demikian.

Hari ini kita sudah mengetahui permasalahan yang ada, hari ini kita sudah ketahui bahwa banyaknya potensi-potensi yang ada di desa. Namun sampai saat ini kita belum juga sadar akan semua itu, seakan-akan kita tidak tahu dan tidak mau cari tahu.

Jadi, penulis mengambil kesimpulan, bahwa hari ini pemuda sangat dibutuhkan untuk membangun desa. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan ataupun dalam pengembangan desa.

Jangan malu dengan sarjana kalian, karena sesungguhnya ilmu yang kita dapatkan pada bangku kuliah adalah ilmu yang memang seharusnya untuk disalurkan pada orang banyak, agar lebih berguna dan bermanfaat bagi orang banyak dan khususnya bagi desa tercinta. Walaupun berbagai gerakan pemberdayaan desa banyak bermunculan seperti dijelaskan di awal tulisan, namun belum merata. Bahkan mungkin dari beberapa pemuda yang punya kesempatan belajar sampai tingkat universitas, setelah lulus belum banyak yang minat kembali ke desa, dan menjadi sarjana untuk desa.

Kita adalah pemuda desa, dari desa merantau ke kota untuk mencari ilmu. Maka tidak ada salahnya kita kembali ke desa untuk mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan.

“Jangan malu kembali ke desa, karena kita adalah pemuda desa dan desa adalah penyokong keberhasilan negara ini”.

Penulis : Nasky Putra Tandjung

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here